Rabu, 01 April 2009

Lilin kecil

Lilin kecil
Terdiam tanpa alunan bait kata yang terucap, membayangkan suatu titik dimana hal itu tak terbayangkan, termenung akan kehadiran satu pandangan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Walaupun suasana akan membawa kita, tapi keadaan ini selalu menghantui pikiran hati aku. Bagaikan suasana ruang gelap dan hanya disinari oleh satu batang lilin yang menyala redup. Setiap lelehan lilin itu memberikan waktuku untuk bertahan. Terdiam sejenak memandangi lelehan lilin dengan berharap satu lelehan tersebut adalah nyawaku yang masih ada, hingga kutunggu sampai lelehan lilin itu habis. Setiap lelehan itu sangat berharga bagiku. Apakah aku bisa bertahan didalam ruangan ini? apakah aku sanggup berdiam diri tanpa sinar lilin itu? Aku takut,,aku takut bila suatu hari…aku,, menjadi lilin itu.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku takut, semua ini berakhir dengan sekejap, terdiam sesaat, dan ketika kumenutup mata.
Dan aku takut apakah aku dapat membuka mataku kembali? Aku berharap ini hanya mimpi buruk sesaat. Apakah sekarang ini imanku diuji oleh-Nya,,

Terkadang dalam kesunyian hati ini tersirat suatu makna hidup. Bagaikan rangkaian bunga yang telah disusun seindah mungkin. Tiap helai daun yang masih segar memberikan suatu pelengkap hidup. Bunga yang masih kuncup adalah suatu kejadian yang akan terjadi namun kita tidak bisa tau, apakah bunga itu akan mekar dengan indah, atau tidak.
Pada suatu hari aku merasa semua ini adalah kabut yang menutupi bagianku, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada didepanku. Aku ingin melemparkan batu yang besar ini kedalam kolam yang luas. Aku ingin melepaskan beban yang aku bawa, namun hal itu tidak bisa aku lakukan. Aku tidak tahu, batu yang akan aku buang itu sebenarnya batu berlian yang tanpa aku sadari adalah bekal dan masa depan aku nanti, aku harus menjaga dan merawat batu itu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar